Seminar Internasional with Wempy Dyocta Koto

Admin
Seminar Internasional with Wempy Dyocta Koto ( 3gp , Mp4 , Mkv , 360p , 480p , 720p )

Seminar Internasional bertajuk “Creative Preneur “ dihelat oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Andalas (Kopma Unand) sebagai salah satu kegiatan dalam rangkaian acara Pekan Aktifitas Kopma Unand (PekanKU) 2015. Acara yang dilangsungkan pada Sabtu, 8 November 2015 di Convention Hall Universitas Andalas ini menghadirkan Wempy Dyocta Koto seorang pengusaha muda terkenal sebagai narasumbernya. Dihadiri lebih dari 800 orang peserta, seminar ini menyuguhkan kiat-kiat menjadi pengusaha sukses terutama untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pandai membaca keadaan lingkungan sekitar salah satunya. Ia mengungkapkan dengan mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat, kita telah bisa menjadi seorang pengusaha yang kreatif. Contohnya saja, Indonesia adalah negara dengan 85% masyarakatnya beragama islam, sehingga pasar seperti jilbab atau mukena dapat menjadi pilihan yang tepat untuk berwirausaha.

Kemudian, pengusaha yang berasal dari Padang Panjang ini juga menekankan bahwa pendidikan merupakan salah satu unsur penting untuk menjadi pengusaha yang sukses. Apalagi aset terbesar dari Indonesia adalah masyarakatnya. Aset ini menjadi hal penting bagi Indonesia untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) nantinya. Jadi dibutuhkan peningkatan mutu demi mencapai kesuksesan melalui pendidikan.

Intinya, Wempy mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan kreatif, haruslah berfokus pada peluang-peluang besar yang ada di Indonesia. Diharapkan melalui seminar ini, peserta dan masyarakat umum lainnya memahami apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat dan berpotensi besar untuk mendapatkan keuntungan.

Related Post

0 Comments for "Seminar Internasional with Wempy Dyocta Koto"

In the prosperous kingdom of Pars lies the Royal Capital of Ecbatana, a city of splendor and wonder, ruled by the undefeated and fearsome King Andragoras. Arslan is the young and curious prince of Pars who, despite his best efforts, doesn't seem to have what it takes to be a proper king like his father. At the age of 14, Arslan goes to his first battle and loses everything as the blood-soaked mist of war gives way to scorching flames, bringing him to face the demise of his once glorious kingdom